Risiko Berbahaya Menggunakan Lensa Kontak - SerbaAda | Apa Aja Ada

SerbaAda | Apa Aja Ada

Serbaada adalah website yang pastinya akan memberikan fakta unik maupun hal lainnya yang tentu belum kamu ketahui

Post Top Ad

Kamis, 08 Februari 2018

Risiko Berbahaya Menggunakan Lensa Kontak

lensa kontak
Ahlipedia.ga - Risiko Berbahaya Menggunakan Lensa Kontak Berikut ini ialah beberapa urusan yang perlu diacuhkan sebelum menggunakan kontak lensa.

    Sebaiknya kita berkonsultasi dengan dokter mata terlebih dahulu. Pilihlah jenis lensa kontak yang sangat sesuai dengan kebutuhan, kenyamanan kita dan arahan dari dokter. Secara umum, terdapat dua jenis lensa kontak, antara lain:

 Soft Contact Lenses

Seperti namanya, lensa jenis ini lembut dan elastis sehingga nyaman digunakan. Namun, soft lens  lebih rapuh dan perlu dimurnikan lebih tidak jarang daripada hard lenses sebab terbuat dari bahan silicone hydrogel, yakni jenis plastik lembut yang dapat menyerap tidak sedikit air.

 Hard Contact Lenses

Berkebalikan dari soft lens, hard lens memiliki format yang lebih kaku dan keras, tetapi menyerahkan penglihatan yang lebih tajam. Di samping itu, lensa ini mempunyai pori-pori yang memungkinkan oksigen menjangkau kornea. Hal ini dapat meminimalisir masalah yang diakibatkan ketika kornea tidak mendapat lumayan oksigen. Lensa kontak ini seringkali tidak dipasarkan bebas di pasaran, tetapi di dokter mata atau klinik eksklusif mata. Harganya juga relatif lebih mahal.

  • Rawatlah lensa kontak kita dengan mengawal kebersihannya, baik saat memakai maupun menyimpan. Perhatikan petunjuk pemakaian lensa. Di samping itu, jagalah kesucian tangan kita dengan membasuh tangan sebelum dan setelah memasang lensa kontak.
  • Bila Anda hendak berdandan, usahakan kenakan lensa kontak terlebih dahulu..
  • Lepaskan lensa kontak sebelum istirahat dan sebelum berenang untuk meminimalisir risiko iritasi dan infeksi.
  • Hindari kelaziman merokok sebab para pengisap rokok lebih berisiko merasakan infeksi mata saat menggunakan lensa kontak.
  • Jangan berbagi lensa kontak dengan orang lain.
  • Ganti lensa kontak sesuai dengan yang dianjurkan dokter.
  • Cuci dan bersihkan lensa kontak kita secara tertata dengan cairan pembersih yang tepat.
  • Jangan memakai ulang cairan pembersih yang telah dipakai sebelumnya atau terkontaminasi.
  • Jaga kebersihan lokasi penyimpanan lensa kontak, agar rapih dengan sikat dan cairan lensa.
  • Jangan mencuci lensa dengan ludah ataupun keran.

Jika kita terdapat fenomena dari iritasi ini atau infeksi di mata, silahkan kerjakan langkah-langkah berikut :

  1.     Lepas lensa kontak. Kemudian simpan lensa kontak di tempat yang bersih.
  2.     Periksa ke dokter agar mendapatkan penanganan yang sesuai.

Apa Saja Risiko dari Penggunaan Kontak Lensa?

Jika tidak merawat kesucian lensa kontak dengan baik, pemakainya bakal lebih berisiko merasakan infeksi dan gangguan pada mata lainnya. Berikut ini sejumlah kondisi dan hal-hal yang perlu diacuhkan pemakai lensa kontak.

Keratitis

Keratitis adalah peradangan pada kornea mata. Penyebabnya antara perbedaan cedera ringan dampak pemakaian lensa kontak terlampau lama, infeksi bakteri, virus, jamur atau parasit dampak proses pembersihan lensa kontak yang tidak benar. Menggunakan lensa kontak terus-menerus, ketika berenang atau memakai air untuk mencuci lensa kontak dapat menambah risiko terpapar keratitis.

Gejala keratitis berupa mata merah, terasa perih, susah membuka kelopak mata, penglihatan buram, sensitif terhadap cahaya, dan terasa laksana ada sesuatu di dalam mata.

Jika tidak segera diobati, keratitis bisa berujung pada gangguan penglihatan permanen atau bahkan kebutaan.

Sindrom Mata Kering

Menggunakan lensa kontak terlampau lama, atau sedang di ruangan dengan pendingin, dan melalaikan petunjuk pemakaian lensa kontak dapat merangsang sindrom mata kering.

Sindrom mata kering adalah situsasi dimana mata tidak memproduksi air mata dengan lumayan, ataupun air mata menjadi cepat kerin. Hal tersebut dapat menyebabkan peradangan serta iritasi di mata. Pada fase yang tidak serius kita dapat menyerahkan tetes mata. Tapi saat fase serius kita mungkin perlu penanganan medis dari dokter.

Sindrom ini dapat menjangkiti kedua mata dan memiliki fenomena berikut:
  1. Mata memerah.
  2. Mata cepat kering, terasa berpasir, atau rasa sakit yang memburuk sepanjang hari.
  3. Penglihatan buram yang lazimnya bersifat.
  4. Sulitnya membuka mata ketika bangun tidur.
Abrasi Kornea

Kotor pada lensa kontak juga nyatanya dapat mengakibatkan abrasi ( kornea mata tergores ). Hal tersebut dapat mengakibatkan rasa sakit yang parah dan tidak nyaman. Segera harus ditangani dokter yang professional agar tidak terjadi penurunan pada penglihatan dimata.

Konjungtivitis

Kondisi ini ditandai dengan lapisan sangat luar mata yang menjadi merah. Mata merah ini dapat disebabkan oleh infeksi bakteri maupun iritasi yang ada pada lensa kontak. Selain itu, mata pun menjadi berair.

Jika kita tidak sesuai untuk memakai lensa kontak, usahakan tidak boleh memaksakan diri. Pakailah kacamata yang cocok dengan keperluan mata, dan kenyamanan Anda. Di samping itu, jagalah tidak jarang kali kesehatan mata dengan mengonsumsi makanan sehat, laksana wortel, dan lumayan istirahat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad